Jumat, 30 Mei 2014

Bupati Pamekasan Dituntut Mundur oleh massa GmnI



Aktivis GMNI saat tuntut Bupati Pamekasan Mundur dari jabatannya

PAMEKASAN (lintasmaduranews) - Puluhan aktivis mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan mahasiswa nasional Indonesia (GMNI) Pamekasan menggelar aksi unjuk rasa menuntut Bupati Pamekasan Achmad Syafii mundur dari jabatannya lantaran dianggap tidak mampu menyelesaikan banyak persolan, khusunya mengatur banyaknya pasar modern yang tersebar di wilayah itu. Selasa (18/02/14) pagi.
Ma’ruf Malaka mengatakan, selama ini Pemkab Pamekasan tidak serius dalam menyelesaikan persoaln pasar modern, bahkan saat ini keberadaan pasar modern telah menjamur di wilayah Pamekasan.
“Keberadaan pasar modern adalah bentuk imprialisme, dan akan mematikan pasar-pasar tradisional, sehingga perlu disikapi dengan serius oleh Bupati,” teriaknya yang dismbut oleh peserta aksi lainnya.
Selain itu, peserta aksi juga meminta agar pasar modern yang letaknya berdampingan dengan pasar tradisional agar segera ditutup, sebab pasar tradisional tidak akan mampu bersaing dengan pasar modern.
“Jika keberadaan pasar modern dibiarkan liar, maka pasar-pasar tradisonal akan mati,” tegasnya.
Sehingga ia meminta Bupati Pamekasan untuk bersikap tegas atas keberadaan pasar modern itu, bahkan jika bupati tidak mampu mengatasi persoalan pasar modern itu, mahasiswa meminta agar Bupati mundur dari jabatannya.
Setibanya dihalaman kantor Pemkab Pamekasan, mahasiswa meminta untuk bertemu dengan Bupati, tetapi permintaan itu tidak terpenuhi, bahkan sempat terjadi aksi saling dorong antara mahasiswa dengan petugas kepolisian, tetapi insiden itu tidak berlangsung lama, sebab Sekda Alwi Beiqh yang mewakili Bupati turun menemui mahasiswa, tetapi mahasiswa tidak mau berkomunikasi dengan Sekda, dan hanya ingin bertemu dengan Bupati.
Mengetahui Bupati tidak bisa menemui aksi itu, akhirnya mahasiswa memilih berjalan mundur, sebagai bentuk protes terhadap Bupati yang enggan menemui mahasiswa. Bahkan mahasiswa membentuk lingkaran dan membakar sejumlah poster yang dibawa dalam aksi itu sebelum akhirnya membubarkan diri. 
 
referensi: lintas madura 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar